Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak tahun 1998 membuat masyarakat Indonesia mencari alternatif lain untuk menjaga kestabilan finansialnya. Salah satunya adalah dengan membangun bisnis pribadi berbasis usaha kecil dan menengah. Namun, minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kewirausahaan menyebabkan jumlah wirausahawan Indonesia masih tergolong sedikit dibanding pelaku profesi lainnya. Padahal, berwirausaha memberikan keuntungan lebih dibanding bekerja untuk orang lain.

entrepreneur

1. Jaminan pekerjaan di masa depan.

Bekerja pada orang lain memiliki berbagai macam risiko. Sewaktu-waktu, atasan dapat memutuskan hubungan pekerjaan meskipun Anda telah menjadi karyawan tetap sekalipun. Belum lagi jika suatu saat nanti perusahaan terkena pailit dan terancam gulung tikar. Berwirausaha membuat Anda terbebas dari kemungkinan kehilangan pekerjaan karena berbagai sebab. Andalah orang yang menentukan kapan bisnis dimulai dan kapan bisnis harus dipindahtangankan ke pihak lain. Dengan kata lain, jaminan pekerjaan Anda terletak di tangan Anda sendiri.

2. Fleksibilitas waktu kerja.

Anda tidak terikat peraturan yang mengharuskan Anda bekerja pada waktu-waktu tertentu. Di satu sisi, ini memang membuat Anda harus standby dan bekerja dengan sistem 24/7. Namun, kapan waktu yang tepat untuk bekerja ditentukan oleh Anda sendiri. Fleksibilitas waktu kerja dalam berwirausaha membuat Anda lebih leluasa dalam mengejar target bisnis. Anda juga dapat mengalokasikan waktu untuk keluarga, diri sendiri, dan bersosialisasi.

3. Meraup lebih banyak keuntungan.

Berwirausaha memberikan kesempatan yang lebih besar untuk meraup keutungan dibanding bekerja pada orang lain. Ibarat menulis sebuah buku, berwirausaha adalah menulis cerita kesuksesan Anda sendiri. Anda menetapkan target bisnis, target pasar, dan sumber-sumber modal serta pendapatan. Besar kecilnya profit bisa Anda tentukan. Jika dijalankan dalam jangka waktu yang lama, berwirausaha mendatangkan keuntungan yang lebih besar dibanding bekerja pada orang lain bertahun-tahun.

4. Lebih termotivasi dalam bekerja.

Riset membuktikan, 84 persen wirausahawan mengaku kecanduan dengan pekerjaan mereka sendiri. Mereka mengaku bahwa mereka tidak mengalami adanya tekanan dalam bekerja sehingga lebih semangat dalam menjalankan bisnis. Ketika bekerja untuk orang lain, mereka merasakan adanya kewajiban untuk bekerja. Berwirausaha memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras. Dengan kata lain, mereka memandang pekerjaan sebagai sebuah kesadaran, bukan kewajiban.

5. Berdampak jangka panjang dalam hidup.

Para wirausahawan tidak perlu khawatir bahwa sebagian besar waktu hidup mereka dihabiskan untuk bekerja pada orang lain. Ketika menjalankan bisnis pribadi, mereka merasakan dampak yang lebih besar bagi hidup mereka dalam jangka waktu yang panjang. Berwirausaha membuat hidup mereka tidak sia-sia. Alasannya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya untuk bekerja demi diri dan keluarganya, bukan demi orang lain.

6. Sumber penghasilan sampingan.

Berwirausaha bukan berarti Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda di kantor. Kedua profesi ini bisa dijalankan bersamaan, apalagi jika Anda berencana berwirausaha dengan modal dari kas pribadi. Gaji pokok sebagai karyawan bisa dijadikan sumber dana sebagai modal awal.

7. Hobi yang menghasilkan uang.

Sebagian besar wirausahawan membuka bisnis di bidang yang mereka minati. Wirausahawan di bidang makanan biasanya gemar memasak. Pengusaha jual-beli onderdil fixie biasanya gemar bersepeda. Hobi, minat, atau kegemaran bisa Anda jadikan motivasi awal untuk berbisnis. Memulai usaha sesuai minat membuat Anda merasa seperti tidak sedang bekerja sebab di saat yang bersamaan, Anda juga melakukan hobi Anda.

8. Melatih karakter dan mental baja.

Memulai bisnis dari nol bukanlah sesuatu yang gampang. Dibutuhkan karakter yang tahan banting dan tidak mudah menyerah. Berwirausaha membantu Anda melatih ketahanan mental. Anda dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena mau tidak mau, Anda terlatih untuk memiliki karakter pejuang dan pemimpin.

9. Dapat diwariskan.

Berwirausaha berarti membuka bisnis pribadi yang nantinya bisa dipindahtangankan kepada orang lain. Jika suatu saat nanti Anda lelah menjalankan bisnis, usaha yang telah Anda rintis bertahun-tahun ini bisa diwariskan kepada orang terdekat Anda, misalnya kepada anak atau pasangan. Lain halnya jika Anda bekerja untuk orang lain. Tunjangan yang Anda dapat dari perusahaan hanya berupa jaminan pensiun. Tentunya, tidak ada hal yang bisa Anda wariskan kepada keturunan Anda.

10. Tak ada istilah “I hate my job.”

Tidak mungkin seseorang memulai bisnis pribadi di bidang yang tidak disukainya. Kebebasan wirausahawan untuk memilih sendiri bidang bisnis membuat ia mencintai pekerjaannya. Keleluasaan untuk memilih ini tidak dimiliki oleh pegawai kantoran. Oleh karenanya, mereka sering merasa terpaksa menjalankan pekerjaan mereka.

Jadi masih mau beralasan lain selain “action” untuk menjadi entrepreneur ??
Semoga catatan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Leave a reply "10 Alasan Mengapa Anda harus Menjadi Entrepreneur"

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 18 =

Rating*